Pernyataan Mahasiswa UGM atas Kericuhan di Acara Diskusi: Kami Sudah Muak dengan Pemerintah
![]() |
| Mahasiswa membacakan pernyataannya di depan Balairung, UGM, Rabu (17/06). Foto: Tangkapan layar |
Sekitar 100 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, menegaskan bahwa aksi mahasiswa menggeruduk acara yang dihadiri tiga pejabat pemerintah di UGM, pada Senin (15/6), merupakan puncak rasa muak dan ketidakpercayaan kepada pemerintah.
Juru bicara mahasiswa UGM mengatakan aksi tersebut adalah bentuk ekspresi kekecewaan mereka kepada pemerintah yang berulang kali menindas rakyat dengan kekerasan.
“Kami sudah muak dan menolak tinggal diam,” katanya, Rabu, 17 Juni 2026 di Balairung UGM.
Acara diskusi itu dihadiri oleh Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.
Mahasiswa UGM menyebutkan bahwa rentetan kekerasan yang terjadi adalah kebobrokan struktural yang terus dipelihara oleh rezim yang tidak pernah berpihak kepada rakyat.
“Mulai dari program MBG, mega protek food estate yang menjadi dalih atas rampasan ruang hidup masyarakat adat Papua, hingga pengesahan RUU TNI dan Polri yang merenggut ruang sipil,” kata Juru Bicara Mahasiswa UGM ini.


