Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Dialektika

Makna Politik di Balik Perombakan Kabinet Prabowo di Awal Oktober

Oleh Arnetta Rinjani
Oktober 05, 2026

 

Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri dan pejabat negara dalam reshuffle Kabinet di Istana Kepresidenan. Sumber: aktual.com


Bongkar-pasang kursi menteri pada awal Oktober 2026 kembali menjadi sorotan masyarakat. Langkah reshuffle ini bukan sekadar urusan memindahkan posisi pejabat, melainkan cermin bagaimana pemerintah semakin memperkuat kendali kekuasaannya. Namun, ketika alasan di balik penggantian menteri tidak pernah dijelaskan secara terbuka, masyarakat tentu bertanya-tanya mengenai tujuan utama dari rotasi pejabat tersebut.


Keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet pada 1 Oktober 2026 menjadi momen yang sangat penting. Di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit, masyarakat tentu berharap perombakan menteri didasari oleh penilaian kerja yang jelas. Namun, alih-alih memasukkan tokoh-tokoh baru yang ahli di bidangnya, pemerintah justru hanya menggeser orang-orang lama ke posisi baru.


Orang Lama di Kursi Baru


Perombakan kali ini secara jelas memperlihatkan bahwa pemerintah lebih memilih memutar posisi pejabat di lingkaran dalam kekuasaan. Sebagai contoh, Dudung Abdurachman yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) kini digeser menjadi Menko Polkam. Sementara itu, Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri dipindahkan menjadi Menko PMK.


Pengamat politik dari Populi Center, Usep Saepul Ahyar, menilai bahwa memindahkan orang yang sama ke jabatan lain menunjukkan bahwa reshuffle ini lebih didasari oleh faktor kesetiaan (loyalitas), bukan karena penilaian kinerja yang objektif. Ketika menteri lama tidak diganti melainkan hanya dipindah tugasnya, publik melihat bahwa posisi pejabat saat ini sangat tergantung pada keputusan tunggal Istana.


Upaya Presiden Prabowo Memperkuat Komando


Langkah politik ini juga menjadi cara Presiden Prabowo Subianto untuk menegaskan arah pemerintahannya sendiri. Setelah di awal masa jabatan banyak memakai menteri peninggalan era Presiden Joko Widodo, perombakan ini memperlihatkan keinginan Presiden Prabowo untuk memegang kendali secara penuh dan mandiri.


Dengan menempatkan tokoh-tokoh kepercayaan di sektor strategis seperti politik, keamanan, dan anggaran, pemerintah berupaya memastikan seluruh jajarannya berada dalam satu garis komando. Namun, ketika fokus pemerintah lebih banyak tersedot untuk mengatur posisi pejabat, urusan perbaikan layanan untuk masyarakat berisiko terabaikan.


Rakyat Berhak Tahu Alasan Penggantian Menteri


Masalah utama dari bongkar-pasang menteri ini adalah tidak adanya penjelasan yang jujur kepada publik. Rakyat tidak pernah diberi tahu secara terbuka mengapa seorang menteri dicopot, dipindahkan, atau dipertahankan jabatannya.


Dalam negara demokrasi, penggantian pejabat publik seharusnya disampaikan secara transparan. Tanpa adanya keterbukaan, perombakan kabinet akan selalu dianggap oleh masyarakat sebagai urusan bagi-bagi jabatan semata. Sudah saatnya pemerintah kembali pada prinsip dasar bahwa jabatan menteri merupakan amanat dari rakyat, bukan sekadar kompromi politik di lingkaran Istana.


Tags:
  • Dialektika
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
Posting Komentar
Batal
Banyak Dibaca
  • Mengapa Pendidikan Kita Makin Tersingkir di Negeri Sendiri

    September 30, 2026
    Mengapa Pendidikan Kita Makin Tersingkir di Negeri Sendiri
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air

    Januari 28, 2026
    Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air
  • Pengadilan Tinggi Jakarta Pangkas Masa Tahanan Nadiem Makarim Menjadi 9 Tahun Penjara dalam Perkara Chromebook

    September 24, 2026
    Pengadilan Tinggi Jakarta Pangkas Masa Tahanan Nadiem Makarim Menjadi 9 Tahun Penjara dalam Perkara Chromebook
  • Resmi Tiba di Jakarta, Kapal Induk Garibaldi Diubah Jadi KRI Sriwijaya

    September 18, 2026
    Resmi Tiba di Jakarta, Kapal Induk Garibaldi Diubah Jadi KRI Sriwijaya
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.