Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Majalah Kanal Perspektif

Memperingati Luka, Mengeja Dosa: Catatan dari Hari Perempuan Internasional di Bandung

Oleh Septiana Yustika W
Maret 08, 2026





Bandung, 8 Maret 2026 – Di bawah langit Bandung, Aliansi Simpulpuan kembali menyulut api solidaritas. Memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s March), para aktivis dan elemen masyarakat sipil tumpah ruah ke jalanan. Mengusung tema besar “Perempuan Bangkit Kembali, Hancurkan Jeruji Fasisme,” massa melakukan long march dari Titik 0 KM Bandung menuju Cikapundung River Spot.


Tidaklah sekadar seremoni kalender, peringatan ini menjadi ruang temu bagi simpul-simpul perlawanan yang dihadiri komunitas terdampak dan gerakan akar rumput seperti Dago Elos, Sukahaji, Serikat Pekerja Kampus, serta berbagai aliansi lintas gender yang melebur dalam barisan yang sama.

Tahun ini, napas perjuangan para puan terasa lebih berat sehingga mendorong keberanian yang lebih besar. Seruan mereka menyoroti lanskap sosial-politik yang kian sesak oleh ketimpangan. Narasi yang dibawa mencerminkan keresahan atas realitas pasca-protes Agustus 2025; sebuah periode yang menyisakan memori tentang represivitas dan upaya membawa suara-suara vokal ke meja hijau.

Diksi "Jeruji Fasisme" yang digaungkan menjadi metafora bagi tatanan yang dianggap mengekang kebebasan bersuara. Di tengah kepungan patriarki dan kapitalisme, perempuan masih menempati posisi rentan, dimarjinalkan secara ekonomi, minim perlindungan sosial, hingga terbatasnya jaminan hukum yang inklusif.

Dalam aksi tahun ini, aliansi Women’s March Bandung 2026 menyuarakan 112 tuntutan, dari level dapur hingga nasional, sebagai manifesto keberpihakan. Beberapa poin krusial yang ditegaskan antara lain:

  1. Hancurkan fasisme, imperialisme, dan kolonialisme negara! Lawan kriminalisasi dan rebut kembali kedaulatan rakyat

  2. Hentikan kekerasan berbasis gender, dan lawan diskriminasi identitas

  3. Cabut Undang-undang Cipta Kerja dan hentikan eksploitasi buruh, guru, dosen, dan pekerja kampus

  4. Kesehatan adalah hak konstitusional, penuhi hak atas layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau dan berbasis ilmu pengetahuan

  5. Wujudkan pendidikan ilmiah, demokratis, dan kerakyatan

  6. Tegakkan keadilan dan akses setara bagi penyandang disabilitas

  7. Wujudkan kebebasan berekspresi dan jamin keamanan jurnalis

  8. Hentikan politisasi agama dan pengawasan moral

  9. Hentikan ekosida, jamin hak masyarakat adat, dan wujudkan Green Justice!

  10. Batalkan program Makan Bergizi Gratis uang memperparah ketimpangan

  11. Arahkan Penggunaan AI untuk kemaslahatan rakyat, bukan keuntungan korporasi

Menengok ke belakang, Hari Perempuan Internasional memang lahir dari rahim perlawanan kelas pekerja di awal abad ke-20. Dari konferensi di Kopenhagen tahun 1910 hingga hari ini, tanggal 8 Maret adalah simbol bagi perempuan yang menolak tunduk pada jam kerja yang tidak manusiawi dan upah yang rendah.

Semangat itu kini beresonansi di sepanjang jalanan Bandung. Melalui aksi ini, Simpulpuan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyadari bahwa perjuangan perempuan bukanlah perjuangan satu kelompok saja. Sebagaimana pesan yang mereka bawa: di hari ini, dan seterusnya, isu perempuan adalah isu kemanusiaan secara menyeluruh.


Tags:
  • Majalah Kanal Perspektif
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
Posting Komentar
Batal
Banyak Dibaca
  • Menelaah Banjir Aceh dari Dekat

    Maret 08, 2026
    Menelaah Banjir Aceh dari Dekat
  • Warga Bantu Warga dalam Banjir Sumatera

    Maret 06, 2026
    Warga Bantu Warga dalam Banjir Sumatera
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air

    Januari 28, 2026
    Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air
  • Tren Budaya Kaum Muda di Bandung

    Februari 28, 2026
     Tren Budaya Kaum Muda di Bandung
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.