Sound Healing di Yogyakarta menjadi Sarana Menemukan Ruang untuk Diri Sendiri
![]() |
| Sound Healing sebagai praktik mindfulness. Foto: Fellycia Ridya Nadin |
Isak tangis beberapa peserta pecah di tengah alunan singing bowl dalam sesi sound healing di Abhayagiri Sumberwatu Heritage Resort, Yogyakarta. Suasana yang semula hening perlahan berubah menjadi ruang untuk melepaskan emosi yang selama ini terpendam. Melalui kegiatan yang diadakan Asana Studio bersama Lisa Sacred Sound, para peserta diajak berhenti sejenak dari rutinitas dan kembali terhubung dengan diri sendiri.
Sesi diawali dengan pemanasan ringan. Peserta menepuk bahu, menarik nafas panjang, dan menetapkan niat tentang hal yang ingin diselaraskan sebelum melepaskannya. Setiap matras dihiasi bunga yang akan digunakan pada sesi grounding, ketika peserta mencium dan memegang bunga, lalu memeluk pohon untuk membantu melepaskan emosi.
Peserta mengikuti sesi sound healing sebagai puncak acara selama kurang lebih 60 menit bersama Lisa Sacred Sound. Mereka berbaring di atas matras sambil mendengarkan alunan singing bowl dan instrumen therapeutic.
Bagi Wenny, salah satu peserta asal Yogyakarta, pengalaman sound healing menghadirkan moment refleksi diri. “Yang paling berkesan dan menyentuh itu ketika bertemu kasih terhadap diri sendiri,” ungkapnya.
Selama sesi berlangsung, Weny merasakan ketenangan dan melihat warna yang bergerak dari merah muda ke biru, kemudian ungu. Ia datang pada acara ini dengan perasaan mengganjal dan kekhawatiran yang sulit dipahami. Setelah mengikuti sesi tersebut, ia merasakan kelegaan. “Yang pasti sangat lega,” ungkapnya.
Menurut Lisa selaku owner dari Lisa Sacred Sound, sound healing bukan sekadar mendengarkan alunan suara, tetapi juga menjadi praktik yang memanfaatkan getaran dan niat untuk mendukung relaksasi dan keseimbangan tubuh dan pikiran. Gelombang suara dari instrumen seperti singing bowl berinteraksi dengan tubuh dan otak, dapat membantu menciptakan suasana yang mendukung ketenangan. Pada proses ini, suara menjadi sarana untuk mengambil jeda dari rutinitas, memberikan ruang untuk tubuh dan pikiran beristirahat, dan menghayati keheningan dalam diri.
Founder Asana Studio, Ela, mengungkapkan bahwa sound healing menjadi salah satu pilihan kegiatan untuk mengenalkan praktik mindfulness di luar yoga. Menurutnya, pendekatan ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang kurang nyaman mengikuti yoga, tetapi ingin meluangkan waktu untuk diri sendiri.
Ela memilih Lisa Sacred Sound untuk memandu acara ini karena fokusnya pada sound healing dan penggunaan beragam instrumen. Ia juga mengapresiasi bagaimana Lisa Sacred Sound sebagai fasilitator, mampu membawakan sesi dengan tenang dan ramah.
![]() |
| Founder Asana Studio, Ela, menyebut bahwa sound healing adalah medium alternatif untuk mengenalkan praktik mindfulness. Foto: Fellycia Ridya Nadin |
Melalui pengalaman tersebut, sesi sound healing di Yogyakarta bersama Lisa Sacred Sound menjadi ruang bagi peserta untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Alunan instrumen yang mengiringi sesi memberikan kesempatan bagi peserta untuk fokus dengan diri sendiri dan memaknai pengalaman yang mereka rasakan selama kegiatan.
Oleh: Fellycia Ridya Nadin - Mahasiswa Semester 7 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta
.jpg)

