Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Isu Kontemporer
  • Liputan mendalam

Sound Healing di Yogyakarta menjadi Sarana Menemukan Ruang untuk Diri Sendiri

Oleh Redaksi Kanal Perspektif
Oktober 30, 2026

Sound Healing sebagai praktik mindfulness. Foto: Fellycia Ridya Nadin

Isak tangis beberapa peserta pecah di tengah alunan singing bowl dalam sesi sound healing di Abhayagiri Sumberwatu Heritage Resort, Yogyakarta. Suasana yang semula hening perlahan berubah menjadi ruang untuk melepaskan emosi yang selama ini terpendam. Melalui kegiatan yang diadakan Asana Studio bersama Lisa Sacred Sound, para peserta diajak berhenti sejenak dari rutinitas dan kembali terhubung dengan diri sendiri.

Sesi diawali dengan pemanasan ringan. Peserta menepuk bahu, menarik nafas panjang, dan menetapkan niat tentang hal yang ingin diselaraskan sebelum melepaskannya. Setiap matras dihiasi bunga yang akan digunakan pada sesi grounding, ketika peserta mencium dan memegang bunga, lalu memeluk pohon untuk membantu melepaskan emosi.

Peserta mengikuti sesi sound healing sebagai puncak acara selama kurang lebih 60 menit bersama Lisa Sacred Sound. Mereka berbaring di atas matras sambil mendengarkan alunan singing bowl dan instrumen therapeutic.

Bagi Wenny, salah satu peserta asal Yogyakarta, pengalaman sound healing menghadirkan moment refleksi diri. “Yang paling berkesan dan menyentuh itu ketika bertemu kasih terhadap diri sendiri,” ungkapnya.

Selama sesi berlangsung, Weny merasakan ketenangan dan melihat warna yang bergerak dari merah muda ke biru, kemudian ungu. Ia datang pada acara ini dengan perasaan mengganjal dan kekhawatiran yang sulit dipahami. Setelah mengikuti sesi tersebut, ia merasakan kelegaan. “Yang pasti sangat lega,” ungkapnya.

Menurut Lisa selaku owner dari Lisa Sacred Sound, sound healing bukan sekadar mendengarkan alunan suara, tetapi juga menjadi praktik yang memanfaatkan getaran dan niat untuk mendukung relaksasi dan keseimbangan tubuh dan pikiran. Gelombang suara dari instrumen seperti singing bowl berinteraksi dengan tubuh dan otak, dapat membantu menciptakan suasana yang mendukung ketenangan. Pada proses ini, suara menjadi sarana untuk mengambil jeda dari rutinitas, memberikan ruang untuk tubuh dan pikiran beristirahat, dan menghayati keheningan dalam diri.

Founder Asana Studio, Ela, mengungkapkan bahwa sound healing menjadi salah satu pilihan kegiatan untuk mengenalkan praktik mindfulness di luar yoga. Menurutnya, pendekatan ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang kurang nyaman mengikuti yoga, tetapi ingin meluangkan waktu untuk diri sendiri.

Ela memilih Lisa Sacred Sound untuk memandu acara ini karena fokusnya pada sound healing dan penggunaan beragam instrumen. Ia juga mengapresiasi bagaimana Lisa Sacred Sound sebagai fasilitator, mampu membawakan sesi dengan tenang dan ramah.

Founder Asana Studio, Ela, menyebut bahwa sound healing adalah medium alternatif untuk mengenalkan praktik mindfulness. Foto: Fellycia Ridya Nadin

Melalui pengalaman tersebut, sesi sound healing di Yogyakarta bersama Lisa Sacred Sound menjadi ruang bagi peserta untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Alunan instrumen yang mengiringi sesi memberikan kesempatan bagi peserta untuk fokus dengan diri sendiri dan memaknai pengalaman yang mereka rasakan selama kegiatan.


Oleh: Fellycia Ridya Nadin - Mahasiswa Semester 7 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Tags:
  • Isu Kontemporer
  • Liputan mendalam
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
Posting Komentar
Batal
Banyak Dibaca
  • Mengapa Tren Stop The Wedding Jadi Suara Luka Kolektif Anak Muda

    Oktober 16, 2026
    Mengapa Tren Stop The Wedding Jadi Suara Luka Kolektif Anak Muda
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Budaya Lokal Menjadi Konten: Dilestarikan atau Sekadar Viral?

    Oktober 13, 2026
    Budaya Lokal Menjadi Konten: Dilestarikan atau Sekadar Viral?
  • Gertakan Hukum Negara Tetangga Tak Cukup Hentikan Asap Karhutla

    Oktober 20, 2026
    Gertakan Hukum Negara Tetangga Tak Cukup Hentikan Asap Karhutla
  • Ketika Komedi Diseret ke Kantor Polisi

    Januari 09, 2026
    Ketika Komedi Diseret ke Kantor Polisi
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.