Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Lini Masa

Karpet Merah untuk Kerabat Partai Politik

Oleh Yogie Alwaton
Mei 21, 2023

Infografik: Kompas.id/Andri

Pemilu serentak akan diadakan sebentar lagi. Fenomena ini sebetulnya hal yang wajar. Namun, ajang pemilihan ini kerapkali diwarnai dinamika partai politik yang mencalonkan kerabatnya untuk menjabat di eksekutif maupun legislatif sebagai bakal caleg. Strategi yang dinilai sebagai jalan pintas parpol dalam meraup suara.


Pemimpin partai politik mendaftarakan kerabatnya. Ini bisa disebut juga sebagai politik kekerabatan. 

Ini adalah strategi jalan pintas atau karpet merah untuk mendulang suara bagi para kerabat petinggi partai. 

Hal ini mengingat nama-nama besar pimpinan parpol itu sungguh tenar dan mentereng dalam perpolitikan Indonesia.

Sejumlah nama dikabarkan masuk dalam bursa pemilihan bakal calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

PDI Perjuangan (PDI-P), misalnya, mendaftarkan Pinkan Hapsari, anak Ketua DPR, Puan Maharani. Partai Gerindra juga mendaftarkan Titiek Soeharto yang merupakan mantan istri Ketua Umum Partai Gerindra. Demikian juga dari Partai Golkar, tercatat nama Atalia Praratya, istri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Adapun PAN juga mendaftarkan Futri Zulya Savitri yang juga merupakan anak Ketua Umum PAN, Zulfikli Hasan, serta Tabe Arduab Rachman, istri Wali Kota Bogor, sekaligus Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto.

Para pengamat menilai, perekrutan tokoh kekerabatan ini merupakan salah satu langkah efektif untuk mendongkrak perolehan suara partai. 

Bagaimana tidak, mereka disediakan bak karpet merah oleh pimpinan partai itu. 

Dengan begitu, mereka tentu memiliki dana finansial yang besar serta memiliki ikatan langsung dengan tokoh politik ternama Indonesia. 

Tentu, merupakan privilege tersendiri bagi mereka itu untuk dapat mendapatkan karpet merahnya.

Dengan ini pula kans mereka untuk diterima sebagai anggota legislatif itu bisa berjalan dengan mulus.

Tertutupnya porsi suara kader lain

Di sisi lain, adanya politik kekerabatan ini juga nyatanya menunjukkan bahwa sistem pengaderan partai belum mampu memberikan kesempatan yang sama kepada para kader lain untuk mengembangkan karier. Keberadaan mereka bisa digantikan dengan mudah oleh politisi baru yang memiliki hubungan kekerabatan dengan petinggi partai. 

Dengan demikian, porsi suara kader lain ini tidak mendapatkan porsinya yang sama dengan kerabat para petinggi partai. 

Tags:
  • Lini Masa
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Yogie Alwaton
Yogie Alwaton
a full-time learner who loves journalism and media studies.
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
Posting Komentar
Batal
Banyak Dibaca
  • Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air

    Januari 28, 2026
    Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Di Aceh Tamiang, Tiga Bulan Terasa Baru Seminggu, Sebuah Catatan dari Balik Lumpur

    Maret 16, 2026
    Di Aceh Tamiang, Tiga Bulan Terasa Baru Seminggu, Sebuah Catatan dari Balik Lumpur
  • Ibu Begal Kampung Inggris: Dimusuhi Hingga Pernah Dipukul

    Januari 26, 2023
    Ibu Begal Kampung Inggris: Dimusuhi Hingga Pernah Dipukul
  • Can This Love Be Translated? Seni Menerjemahkan Luka dan Mengenali Diri

    Januari 22, 2026
    Can This Love Be Translated? Seni Menerjemahkan Luka dan Mengenali Diri
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.