Harga Sebuah Centang Biru

Ilustrasi: CNBC Indonesia/Ilham Restu


Tajuk Rencana - Kini, sederet partai politik itu saling berlomba menjadi yang terdepan dalam arus penyebaran informasi. Ini bisa dilihat menjelang pemilu 2024 mendatang.

Yang menjadi menarik, strategi parpol itu ternyata bermacam bentuknya. Ada yang mendekati general millenial dan z. Ada pula yang menjadikan konten humor demi meraih engagement yang tinggi dari publik. Tak terkecuali pula mereka rela membayar untuk berlanggaran "centang biru" Twitter untuk menunjukkan bahwa media mereka kredibel dan pantas mendapat ruang lebih.

Ini sangat pantas dimaklumi. Mengingat, ada salah satu parpol yang sebelumnya kehilangan centang birunya, ternyata mendapatkan hasil kurang memuaskan. Pengikut mereka menjadi berkurang. 

Namun demikian, ketika centang biru itu diberi harga, pendekatan politis itu kembali ke jalannya. Ini strategi yang sah-sah saja. Ini strategi politik pilihan mereka masing-masing.

Tetapi ada baiknya kita tak terlalu terlena akan harga sebuah centang biru itu dalam menentukan pilihan di 2024 yang akan datang. Ini berlaku apabila kita menghendaki pemilu yang bermartabat. 


Yogie Alwaton - Pemimpin Umum Kanal Perspektif

Post a Comment

0 Comments