Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Tajuk Rencana

Bagaimana Membangun Independensi Pers?

Oleh Yogie Alwaton
Agustus 11, 2023

Sumber foto: Share America

Bagaimana membangun independensi pers? Pertanyaan ini sebetulnya sedikit menggelitik namun penting untuk ditanyakan. 

Dalam sebuah forum diskusi beberapa waktu lalu, saya teringat ada yang menanyakan itu kepada narasumber. Pembicara itu berkata bahwa pers independen sulit ditegakkan. Dari pernyataan ini, saya beranggapan bahwa pers yang independen memang sangat berat. la mengalami dekonstruksi nilai. 

Ini bisa kita contohkan jauh sebelum pers dinyatakan merdeka pada 98 lalu dengan diterbitkannya UU Pers 40 1999 itu. Pada masa orde lama dan orde baru misalnya, pers kita dikungkung dan dibredel habis-habisan. Tak ada yang bebas. Tak ada pula pada akhirnya yang independen. Mereka dipaksa memihak kepentingan tertentu. 

Namun itu sebetulnya persoalan lama, pertanyaan yang kemudian muncul, bagaimana wajah pers kita saat ini? Sulit menjawabnya tanpa penelitian seksama. Tapi kita bisa berkaca pada berbagai penelitian ilmiah yang pernah dipublikasikan. Intinya, penelitian itu menyatakan bahwa pers kita belum independen.

Pers kita layaknya kompas yang hilang arah tujuannya. Mereka belum independen. Buktinya, 12 media besar Indonesia kita saat ini dikuasai konglomerat. Tidak berhenti di situ, mereka juga memiliki kepentingan yang sangat bertentangan dengan pers independen. Kalau sudah begini, pers independen itu memang susah diwujudkan. Perlu media-media macam Tempo atau Tirto.id dan media alternatif lainnya yang harus menyeimbangkan arus informasi ini. Ini berlaku apabila kita menghendaki pers yang benar-benar independen dan jauh dari kepentingan politis.


Yogie Alwaton - Pemimpin Umum Kanal Perspektif

Tags:
  • Tajuk Rencana
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Yogie Alwaton
Yogie Alwaton
a full-time learner who loves journalism and media studies.
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
Posting Komentar
Batal
Banyak Dibaca
  • Kita Akan Menjadi Gaza: Catatan dari Pinggir “Ngerumpi Bijak” Pesta Literasi NDBF 7.0

    Oktober 12, 2026
    Kita Akan Menjadi Gaza: Catatan dari Pinggir “Ngerumpi Bijak” Pesta Literasi NDBF 7.0
  • Budaya Lokal Menjadi Konten: Dilestarikan atau Sekadar Viral?

    Oktober 13, 2026
    Budaya Lokal Menjadi Konten: Dilestarikan atau Sekadar Viral?
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Eskalasi Konflik Palestina dan Urgensi Kepemimpinan Global Umat

    Oktober 06, 2026
    Eskalasi Konflik Palestina dan Urgensi Kepemimpinan Global Umat
  • Vasectomy & The “Good Man” Standard

    Oktober 14, 2026
    Vasectomy & The “Good Man” Standard
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.