Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Lini Masa
  • Musik indie

Karya Seni Dikebiri - Sukatani Tidak Disukai Polisi

Oleh fatwajakas
Februari 20, 2025
     Karya Seni Dikebiri, Sumber Foto: dugtrax.bandcamp.com

Dunia seni Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak, pada Kamis, (20/2/2025) band punk asal purbalingga yakni Sukatani, membuat video permintaan maaf di akun instagramnya @sukatani.band terkait dengan lagu yang diciptakannya dengan judul "bayar, bayar, bayar".

Lagu seperti "bayar, bayar, bayar" dan "gelap gempita" memang sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap penguasa. Lagu "bayar, bayar, bayar" sekarang sudah dicabut oleh Sukatani dari berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music dan sejenisnya. Alasannya, pada lagu itu mereka meminta maaf kepada Kapolri dan Institusi Polri karena sudah menciptakan dan menyebarluaskan lagu tersebut. Bahkan Sukatani meminta kepada netizen untuk menghapus segala bentuk audio dan video yang menggunakan lagu tersebut.

Lirik yang ringan tapi melawan dan sesuai kenyataan pada lagu "bayar, bayar, bayar" sangat mudah dihafal dan dinyanyikan bagi kaum terkesampingkan. Ternyata melalui media musik, Institusi Porli ketakutan, sampai-sampai lagu tersebut tidak boleh beredar.

Jika seni yang sampai saat ini menjadi media paling bebas untuk berekspresi saja sekarang sudah dikebiri, lantas kemana lagi rakyat mencurahkan isi hati?

Akhirnya, media sosial ramai, mulai dari instagram, X, dan TikTok membuat perlawanan melalui hashtag #kamibersamasukatani. Isu Indonesia Gelap yang masih berjalan sampai saat ini, ditambah pengkebirian karya seni, menunjukkan bahwa sedang ada yang tidak baik-baik saja di negeri ini.
Tags:
  • Lini Masa
  • Musik indie
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
Posting Komentar
Batal
Banyak Dibaca
  • Banjir Jawa Barat: Warisan Tata Ruang yang Terabaikan

    Februari 17, 2026
    Banjir Jawa Barat: Warisan Tata Ruang yang Terabaikan
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Tapi Tak Boleh Digugat

    Februari 15, 2026
    Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Tapi Tak Boleh Digugat
  • Kontroversi Perpres Jurnalisme Berkualitas

    Agustus 18, 2023
    Kontroversi Perpres Jurnalisme Berkualitas
  • Can This Love Be Translated? Seni Menerjemahkan Luka dan Mengenali Diri

    Januari 22, 2026
    Can This Love Be Translated? Seni Menerjemahkan Luka dan Mengenali Diri
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.