Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Tajuk Rencana

Memang Sudah Saatnya Hasan Nasbi Mundur

Oleh Yogie Alwaton
Mei 07, 2025

Hasan Nasbi mengumumkan diri mundur dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi. Foto: Antara


Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengumumkan pengunduran diri pada Selasa, 29 April 2025. Dibentuk pada masa transisi pemerintahan Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto, nyatanya Kantor Komunikasi gagal menjadi penyambung lidah dari presiden ke publik. 

Sebab, Hasan Nasbi sebagai orang 'titipan Jokowi' tak punya akses langsung ke Prabowo. Sebagai orang nomor satu di Kantor Komunikasi, seharusnya Hasan memiliki peran sentral sebagai diseminator informasi. Tapi, yang justru terjadi, Hasan tak berada dalam lingkaran kekuasaan Presiden. Hubungannya dengan Prabowo berjarak. Tanpa kedekatan dan akses, Kantor Komunikasi sulit memahami jalan pikiran dan kemauan Prabowo. Alhasil, banyak ide besar Prabowo tak tersampaikan dengan baik. Kantor Komunikasi gagal menjadi penyambung lidah presiden kepada publik.

Faktor lain, Hasan juga nampaknya gagal memainkan peran strategisnya dan acapkali tak sejalan dengan sikap Prabowo. Misalnya, ia kerap mengeluarkan sejumlah pernyataan yang kontroversial. Hasan dianggap blunder saat menanggapi teror kepala babi kepada wartawan Tempo. Komunikasinya buruk dan berupaya mencederai kebebasan pers. 

Puncaknya, penunjukkan Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara) oleh Prabowo yang kemudian merangkap sebagai juru bicara kepresidenan menyebabkan posisi Hasan terpojok. 

Dengan demikian, peran Kantor Komunikasi Kepresidenan sudah tidak lagi diperlukan, karena Prabowo sudah punya juru bicaranya sendiri. Selain itu, faktor kedekatan kekuasaan Hasan ke Prabowo yang buruk dan lemahnya komunikasi publiknya semakin menguatkan bahwa keberadaan lembaga itu tak penting. 

Memang sudah saatnya Kantor Komunikasi itu dibubarkan dan Hasan Nasbi mundur dari jabatannya. 



Yogie Alwaton - Pemimpin Umum Kanal Perspektif



*Tajuk rencana ini ditulis sebelum pengumuman Hasan Nasbi membatalkan pengunduran dirinya sebagai Kepala Kantor Kepresidenan. Namun, sikap editorial ini tetap memegang teguh argumennya, bahwa Hasan Nasbi harus mundur dari jabatannya. 





Tags:
  • Tajuk Rencana
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Yogie Alwaton
Yogie Alwaton
a full-time learner who loves journalism and media studies.
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
Posting Komentar
Batal
Banyak Dibaca
  • Banjir Jawa Barat: Warisan Tata Ruang yang Terabaikan

    Februari 17, 2026
    Banjir Jawa Barat: Warisan Tata Ruang yang Terabaikan
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Tapi Tak Boleh Digugat

    Februari 15, 2026
    Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Tapi Tak Boleh Digugat
  • Kontroversi Perpres Jurnalisme Berkualitas

    Agustus 18, 2023
    Kontroversi Perpres Jurnalisme Berkualitas
  • Can This Love Be Translated? Seni Menerjemahkan Luka dan Mengenali Diri

    Januari 22, 2026
    Can This Love Be Translated? Seni Menerjemahkan Luka dan Mengenali Diri
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.