Salah Ucap Priangan Timur, Kapasitas Wali Kota Tasikmalaya Dipertanyakan Publik
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, (Selasa, 20/01/2026) Pesawat Bae RJ 85 yang ditumpangi Wapres dan rombongan mendarat dengan selamat di Pangkalan Udara TNI AU Wiriadinata Kota Tasikmalaya.
Pada kunjungan itu, setibanya di Tasikmalaya Wapres langsung menuju ke Pasar Cikurubuk, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Di sana Wapres disambut hangat oleh ratusan masyarakat Kota Tasikmalaya dan juga oleh Wali Kota Tasikmalaya periode saat ini yaitu Viman Alfarizi Ramadhan. Di Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan sering menjadi perbincangan bagi Masyarakat sekitar, sebabnya karena Viman dinilai kurang inisiatif dalam memperbaiki fasilitas yang ada di Kota Tasikmalaya.
Dibalik antusias ratusan Masyarakat yang ada, video aktivitas kunjungan kerja yang di upload oleh Akun TikTok Viman Alfarizi Ramadhan pada (Selasa, 20/01/2026) menjadi viral. Dalam video yang beredar tersebut ada sebuah moment Dimana Wapres menanyakan tentang asal barang-barang yang dijual di Pasar Cikurubuk “Kalo ini barang-barang (Sayuran dan Buah Buahan) nya darimana?” Tanya Wapres kepada Wali Kota Tasikmalaya. Kemudian Wali Kota menjawab “Dari Priangan Timur mas, Cirebon, Majalengka” kemudian ia menjelaskan bahwa Pasar Cikurubuk ini adalah Pasar Tradisional terbesar se-Priangan Timur. Menurut antaranews.com ada sekitar 5.000 pedagang yang aktif setiap harinya.
Setelah viralnya video aktivitas Kunjungan Kerja Wapres yang di upload oleh Wali Kota Tasikmalaya. Muncul polemik yang hangat karena netizen merasa ada yang janggal pada percakapan antara Wapres dan Wali Kota itu. Banyak sekali netizen yang mempertanyakan “Sejak kapan Cirebon dan Majalengka masuk kedalam wilayah Priangan Timur?”. Karena berdasarkan data yang ada di Wikipedia, Cirebon dan Majalengka Tidak termasuk dalam wilayah Priangan Timur. Kemudian, berdasarkan data yang ada pada website Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Barat (BAPPEDA JABAR) Wilayah IV Priangan Timur terdiri dari Kabupaten Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Ciamis.
Pada polemik yang sedang hangat ini, ada berbagai macam komentar yang membanjiri postingan terbaru Wali Kota Tasikmalaya itu. Beberapa netizen memberikan komentar positif, tak sedikit juga yang memberikan komentar negatif. Komentar sarkasme pun ikut hadir didalam kolom komentar video tersebut. Banyak netizen yang mempertanyakan kenapa mimik muka Wali Kota terlihat kebingungan? Ada juga yang mengungkapkan rasa malu nya karena sekelas Wali Kota tidak faham betul bagian-bagian wilayah yang ada di Jawa Barat. Ada juga yang memberikan saran supaya fasilitas-fasilitas yang rusak di Kota Tasikmalaya agar segera diperbaiki.
Dalam beberapa berita yang beredar, ribuan titik Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dilaporkan mati dan belum diperbaiki, alasannya karena keterbatasan anggaran. Pada kasus ini warga merasa khawatir akan rawan kecelakaan dan kejahatan. Meskipun Dishub Kota Tasikmalaya telah melakukan perbaikan di beberapa titik (misal: Jl. Ir. H. Juanda), tetap saja dengan data sekitar 1.269-1.300 PJU masih padam, dampak yang terjadi pada Masyarakat adalah kekhawatiran masyarakat tidak kunjung membaik, akibatnya Wali Kota Tasikmalaya sering menjadi perbincangan oleh masyarakat sekitar.
Dalam akun Instagram media lokal Kota Tasikmalaya @tasikundercover, mereka pun ikut mengangkat moment percakapan antara Wapres dan Walkot pada video tersebut “Kaceletot meren pak wali mah daks…. Apaleun Cirebon Majalengka teh lain priatim, tapi kaceletot…” Caption @tasikundercover saat memposting potongan video yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat sekitar. Caption tersebut memiliki arti yaitu “Mungkin pak Wali salah ngomong guys… Dia tau Cirebon, Majalengka itu bukan priatim (Priangan Timur) tapi salah ngomong.”
Menurut keyakinan saya, dengan viralnya kesalahan Wali Kota tersebut dapat disimpulkan bahwa kapasitas pemimpin Kota Tasikmalaya itu, terkesan kurang luas pengetahuannya. Dalam video yang ia upload pun, disitu ia menunjukan gesture dan mimik muka yang kebingungan saat ditanya oleh mas Wapres. Dalam video itu juga ia tampak kurang yakin dengan jawaban yang ia berikan kepada Wapres tersebut. Pasalnya menurut beberapa Masyarakat dan pedagang sekitar, Pasar Cikurubuk ini jarang sekali dikunjungi oleh bapak Wali Kota Tasikmalaya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa pedagang yang ada di Pasar Cikurubuk mereka mengungkapkan rasa kekecewaan, karena Pemimpin Kota Tasikmalaya itu kurang memperhatikan kondisi Pasar Cikurubuk yang ia sebut sebagai pasar terbesar se-Priangan Timur. Ia hanya mengunjungi pasar itu Ketika ada agenda besar yang melibatkan pejabat elite. Contohnya acara Kunjungan Kerja Wapres kemarin.
Menurut keyakinan saya, seharusnya Pasar Tradisional terbesar se-Priangan Timur itu, harus lebih sering diperhatikan lagi. Karena, jika pemerintah Kota Tasikmalaya dapat mengurus pasar itu dengan baik dan benar, perekonomian di Kota Tasikmalaya dapat berkembang lebih maju. Kemudian ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab Viman Alfarizi salah ngomong. Bisa saja pada saat waktu itu, Viman sedang gugup karena berhadapan langsung dengan Wapres, mungkin juga sedang kecapean yang menyebabkan Viman agak sedikit blank, bisa juga karena faktor kurangnya pengetahuan seorang pemimpin Kota Tasikmalaya tentang bagian-bagian wilayah yang ada di Provinsi Jawa Barat.
Sedikit masukan untuk para pemimpin ataupun pejabat publik diluar sana, agar supaya lebih dimatangkan dan diperluas lagi pengetahuannya, supaya apa? Supaya tidak mempermalukan dirinya sendiri sebagai Pemimpin, supaya tidak terlihat kosong didepan publik, juga supaya tidak mengecewakan masyarakat yang telah memberi kepercayaan kepada kalian untuk menjadi seorang Pemimpin.

