Buku Pilihan Redaksi Edisi Februari 2026
Pada edisi pertama yang dipublikasikan dalam Majalah Kanal Perspektif Edisi Februari 2026 ini, kami merekomendasikan buku pilihan redaksi yang berjudul Pendidikan Kaum Tertindas. Buku karya Paulo Freire ini adalah buku yang tak biasa. Ia membawa semangat perubahan bagi kaum tertindas (re: kaum marjinal). Kaum tertindas yang dimaksud oleh Freire adalah seluruh warga negara yang tak mendapat akses pendidikan yang layak. Menurut Freire, kaum tertindas tidak boleh berdiam diri dan berpasrah dengan kondisi yang mereka terima.
Lantas, bagaimana perubahan ini bisa tercapai? Menurut Freire ada tiga jalan keluarnya. Pertama, seperti yang dilakukan oleh Freire, bahwa harus ada dorongan dari kelompok terpelajar yang betul-betul peduli dengan perjuangan para kaum tertindas. Kelompok terpelajar ini bisa siapa saja, yang terpenting mereka memiliki semangat untuk melakukan perubahan yang nyata. Di Indonesia, Tan Malaka adalah contoh yang baik untuk menggambarkan perjuangan dalam memerdekakan kelompok tertindas. Namun, kelompok terpelajar ini kemudian harus memerdekakan mereka dengan tidak melakukan propaganda (jalan keluar kedua). Bagi Freire, propaganda tidak akan pernah berhasil. Propaganda hanya akan membuat kaum tertindas melakukan perlawanan yang tak terstruktur. Oleh sebab itu, Freire menyarankan pendekatan yang dialogis yaitu pendekatan dua arah yang aktif. Cara ini bisa disebut juga dengan prinsip gaya bank, yang merupakan jalan keluar ketiganya. Prinsip gaya bank ini adalah pendekatan yang memungkinkan mereka yang tertindas harus aktif untuk mencari solusi atas segala permasalahan yang mereka rasakan. Bagi Freire, pendidikan tidak bisa bila hanya dilakukan satu arah, harus dua arah dan dialogis. Dengan cara ini, kaum tertindas juga akan mampu ikut andil yang aktif memecahkan permasalahan mereka. Dengan begitu pula, perjuangan mereka untuk keluar dari penderitaan mereka bisa dilakukan secara terstruktur.
