Semua karena Ulah Manusia
![]() |
| Bencana banjir di Aceh. Foto/ Kanal Perspektif |
Laporan kami tentang bencana banjir dan longsor di Sumatera menunjukkan bencana itu merupakan kesalahan manusia.
Pada prinsipnya, hasil liputan kami menemukan kesimpulan yang penting; bahwa segala bentuk bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan hasil dari ulah manusia yang serampangan. Manusia seringkali melakukan deforestasi hutan yang menyebabkan tutupan hutan menghilang. Padahal, hutan dan pohon harus selalu tersedia di alam. Bila ia digunduli dan lahan ditanami pohon sawit, hutan akan kehilangan fungsi utamanya untuk menyerap air.
Wartawan kami, Ival Rahman melalui artikelnya berjudul "Warga Bantu Warga dalam Banjir Sumatera" berupaya mengangkat dan mencoba menarik benang merah antara kegagalan respons cepat pemerintah dengan lahirnya gerakan akar rumput yang spontan. Liputan ini menjadi medium informasi yang jujur bagi pembaca: bahwa di balik kuatnya solidaritas warga, ada kritik pedas yang terselip untuk mereka para pemangku kebijakan.
Bergerak ke arah menerka alasan terjadinya bencana banjir dan longsor di Aceh, liputan mendalam yang ditulis Yogie Alwaton dengan tajuk "Menelaah Banjir Aceh dari Dekat" mencoba menarik simpul penting bahwa bencana Sumatera terjadi karena dialih-fungsikannya lahan subur dengan pohon kelapa sawit.
Di Jawa Barat pun terjadi hal yang sama. Kami menemukan bahwa ulah manusia yang serampangan turut menyebabkan tanah longsor dan banjir. Alasannya disebabkan karena akumulasi panjang dari tekanan penduduk, ketimpangan penguasaan lahan, dan lemahnya penerapan tata ruang. Kesimpulannya menjadi jelas, diperlukan penghormatan kepada alam. Manusia seharusnya bisa hidup berdampingan dengan alam. Hanya dengan cara seperti ini, alam mampu menjadi rekan bagi manusia.
Selamat membaca laporan utama kami.

