Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Majalah Kanal Perspektif

Semua karena Ulah Manusia

Oleh Redaksi Kanal Perspektif
Maret 16, 2026

Bencana banjir di Aceh. Foto/ Kanal Perspektif


Laporan kami tentang bencana banjir dan longsor di Sumatera menunjukkan bencana itu merupakan kesalahan manusia. 

Pada prinsipnya, hasil liputan kami menemukan kesimpulan yang penting; bahwa segala bentuk bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan hasil dari ulah manusia yang serampangan. Manusia seringkali melakukan deforestasi hutan yang menyebabkan tutupan hutan menghilang. Padahal, hutan dan pohon harus selalu tersedia di alam. Bila ia digunduli dan lahan ditanami pohon sawit, hutan akan kehilangan fungsi utamanya untuk menyerap air. 

Wartawan kami, Ival Rahman melalui artikelnya berjudul "Warga Bantu Warga dalam Banjir Sumatera" berupaya mengangkat dan mencoba menarik benang merah antara kegagalan respons cepat pemerintah dengan lahirnya gerakan akar rumput yang spontan. Liputan ini menjadi medium informasi yang jujur bagi pembaca: bahwa di balik kuatnya solidaritas warga, ada kritik pedas yang terselip untuk mereka para pemangku kebijakan.

Bergerak ke arah menerka alasan terjadinya bencana banjir dan longsor di Aceh, liputan mendalam yang ditulis Yogie Alwaton dengan tajuk "Menelaah Banjir Aceh dari Dekat" mencoba menarik simpul penting bahwa bencana Sumatera terjadi karena dialih-fungsikannya lahan subur dengan pohon kelapa sawit. 

Di Jawa Barat pun terjadi hal yang sama. Kami menemukan bahwa ulah manusia yang serampangan turut menyebabkan tanah longsor dan banjir. Alasannya disebabkan karena akumulasi panjang dari tekanan penduduk, ketimpangan penguasaan lahan, dan lemahnya penerapan tata ruang. Kesimpulannya menjadi jelas, diperlukan penghormatan kepada alam. Manusia seharusnya bisa hidup berdampingan dengan alam. Hanya dengan cara seperti ini, alam mampu menjadi rekan bagi manusia. 

Selamat membaca laporan utama kami. 

Tags:
  • Majalah Kanal Perspektif
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
Posting Komentar
Batal
Banyak Dibaca
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Menelaah Banjir Aceh dari Dekat

    Maret 08, 2026
    Menelaah Banjir Aceh dari Dekat
  • Tren Budaya Kaum Muda di Bandung

    Februari 28, 2026
     Tren Budaya Kaum Muda di Bandung
  • Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air

    Januari 28, 2026
    Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air
  • Can This Love Be Translated? Seni Menerjemahkan Luka dan Mengenali Diri

    Januari 22, 2026
    Can This Love Be Translated? Seni Menerjemahkan Luka dan Mengenali Diri
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.