Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Tajuk Rencana

Partai Politik di Indonesia adalah Omon-omon Belaka

Oleh Yogie Alwaton
April 14, 2026

Surya Paloh melakukan pertemuan di Nasdem Tower dengan Prabowo Subianto setelah Prabowo terpilih menjadi Presiden. Foto: Tempo.co


Muncul gagasan yang menguat untuk menggabungkan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang dipimpin oleh Surya Paloh dengan Partai Gerindra, partai kunci sang Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Ide itu muncul setelah Prabowo Subianto menerima kunjungan Surya Paloh pada pekan kedua Februari 2026 di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. 

Setelah gagal memenangkan Anies Baswedan pada pemilihan Presiden 2024 silam, Nasdem kian mandek. Padahal, Partai Nasdem dikenal selalu dekat dengan kursi kekuasaan. Namun Nasdem tak lagi punya akses dan jaringan ke kursi kekuasaan. Partai dengan ideologi demokratis ini bahkan tak mendapatkan kursi menteri di kabinet Prabowo. Sudah-lah jatuh tertimpa tangga, anggota Partai Nasdem pun berduyun-duyung hengkang ke partai lain. Hal ini kian diperparah dengan bisnis politik dan media Surya Paloh yang kembang kempis, Nasdem kian kehilangan pamornya. 

Nasdem adalah partai politik omon-omon. Kepentingannya dengan demikian begitu politis. Seharusnya partai politik bisa memihak kepada publik. Ketika partai politik dikembangkan hanya dengan alasan kepentingan politis semata, ia akan menjauh dari cita-citanya untuk membantu menyejahterakan publik. Apa yang dilakukan oleh Surya Paloh untuk meleburkan partainya seakan menunjukkan pasrahnya partai politik ketika ia jauh dari pusat kekuasaan. Seharusnya, Partai Nasdem tidak mengekor kepada sosok sehingga ideologi partainya tidak bergantung pada kepentingan tertentu. 


Yogie Alwaton - Pemimpin Umum Kanal Perspektif
Tags:
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Tajuk Rencana
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Yogie Alwaton
Yogie Alwaton
a full-time learner who loves journalism and media studies.
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
Posting Komentar
Batal
Banyak Dibaca
  • Kala TNI dan Polri Mengurusi Makanan Bergizi Gratis (MBG)

    April 08, 2026
    Kala TNI dan Polri Mengurusi Makanan Bergizi Gratis (MBG)
  • Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air

    Januari 28, 2026
    Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Ibu Begal Kampung Inggris: Dimusuhi Hingga Pernah Dipukul

    Januari 26, 2023
    Ibu Begal Kampung Inggris: Dimusuhi Hingga Pernah Dipukul
  • Thrifting: Alternatif Fast Fashion atau Aktivitas Konsumtif Semata?

    Maret 23, 2021
     Thrifting: Alternatif Fast Fashion atau Aktivitas Konsumtif Semata?
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.