Perkembangan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Basarnas Kerahkan 18 Kapal dan Perluas Area hingga 6.649 NM²
![]() |
Pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda. Sumber: ANTARA FOTO
Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ketujuh pada Senin (14/9/2026), tanpa hasil yang berarti. Rombongan yang menumpang speed boat Arupadhatu I ini terputus komunikasinya sejak Senin (7/9/2026) saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, tepat sepekan yang lalu.
Kedelapan orang yang masih dicari adalah Warta selaku nakhoda (55), Surakman sebagai anak buah kapal (60), Heriyanto sebagai pemandu (49), serta lima jurnalis: M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA (28), Ari Basuki dari merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari kantor berita Anadolu, dan Donal, fotografer lepas.
Kepala Sub-Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto menyatakan bahwa pada operasi hari ketujuh, tim SAR mengoptimalkan 18 kapal dan satu helikopter untuk menyisir wilayah pencarian yang diperluas hingga 6.649 mil laut persegi terdiri dari 4.586 NM² pencarian di permukaan laut dan 2.063 NM² pencarian udara menggunakan helikopter Dolphin HR-3604. Wilayah operasi turut dibagi menjadi beberapa sektor, dengan tambahan antisipasi penyisiran jalur darat di sepanjang pesisir Pantai Carita hingga Pantai Anyer.
Sebelumnya, pada hari kelima pencarian (12/9), tim SAR sempat menemukan sejumlah barang di sektor selatan Gunung Anak Krakatau berupa jeriken, helm, dan jaket pelampung. Namun Kepolisian Daerah Banten memastikan keesokan harinya bahwa barang-barang tersebut bukan berasal dari speed boat yang ditumpangi korban.
Turut menyoroti kasus ini, organisasi jurnalis Persatuan Fotografer Indonesia (PFI) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO) di sejumlah daerah menggelar doa bersama untuk keselamatan lima wartawan yang hilang. Sementara itu, Gubernur Banten dilaporkan berharap agar masa operasi SAR dapat diperpanjang, mengingat batas waktu standar operasi pencarian yang biasanya ditetapkan tujuh hari.
Hingga berita ini ditulis, keberadaan kedelapan orang tersebut masih belum diketahui, dan tim SAR gabungan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memperluas peluang penemuan.
.jpeg)
