Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Lini Masa

Jeff Bezos Mundur, Ini Tantangan CEO Baru Amazon Berikutnya

Oleh Irkhas Febri
September 16, 2021

Jeff Bezos Mundur, Ini Tantangan CEO Baru Amazon Berikutnya
Jeff Bezos mundur, sementara tantangan Amazon makin sulit dilalui. Ilustrasi: Fatwa Jaka S.

Jeff Bezos resmi mengundurkan diri sebagai CEO Amazon pada 5 Juli 2021. Pengunduran diri ini tak lain hanya sebagai transisi peran, karena Bezos juga langsung menjabat sebagai ketua eksekutif dewan di Amazon. Dalam rapat pemegang saham terakhir nya, Bezos mengungkapkan untuk lebih fokus pada inisiatif awalnya. Ia juga mengatakan bahwa pemilihan tanggal pengunduran diri ini, sesuai dengan tanggal ia pertama kali mendirikan Amazon yaitu pada 5 Juli 1994.

Peran CEO Amazon kemudian digantikan oleh Andy Jassy yang sebelumnya menjabat sebagai kepala divisi cloud-computing. Sebagai CEO baru, Andy akan menghadapi banyak sekali tantangan pasang surut bisnis e-commerce yang harus dilalui.

Dilansir melalui New York Post, Wakil Presiden Senior di Technology and research consultancy CCS Insight Nicholas McQuire menjelaskan bahwa saat ini Amazon sedang menghadapi babak yang sangat sulit. Amazon harus bertahan dibalik meningkatnya tekanan tenaga kerja, kebijakan, dan juga persaingan bisnis.

Selain itu, Amazon juga sedang dalam masa penyelidikan oleh Justice Departement and the Federal Trade Commission terkait penggunaan platform yang kurang adil dalam bersaing dengan pedagang independen di situsnya.

Untuk menghadapi keadaan tersebut, diperlukan CEO yang lebih transparan dan terbiasa berada di bawah tekanan politik, menurut McQuire Andy Jassy adalah sosok yang cocok sebab latar belakangnya yang telah memimpin perusahaan medianya sendiri yaitu Washington Post.

Sebagai CEO baru, Andy Jassy harus menghadapi tantangan dan masalah bisnis yang sedang melilit Amazon. Lalu apa saja tantangan dan masalah tersebut:

Kerusuhan Tenaga Kerja

Amazon sejak lama telah berupaya untuk menyatukan tenaga kerjanya. Namun, tekanan dari tenaga kerja justru meningkat karena hampir 1 juta pekerja gudangnnya mogok kerja selama periode Shopping peak termasuk saat Prime Day.

Pada tahun 2020, Amazon mendapatkan kritik keras atas kondisi kerja di gudang yang tidak memadai selama pandemic. Ketua aktivis mogok kerja menuntut Amazon untuk menaikkan gaji dan memberikan jaminan kesehatan Covid-19 kepada seluruh tenaga kerjanya.

Pada 8 Februari 2021, Amazon juga menghadapi gugatan dari serikat pekerjanya di Bessemer, Alabama. Sekitar 5.800 pekerja gudang terlibat dalam pemberian suara apakah mereka akan mogok kerja atau tidak.

Kompetisi Bisnis

Pandemi yang semakin meningkat juga menjadikan persaingan perusahaan e-commerce ritel sangat terbuka. Siapapun yang paling cepat beradaptasi, akan mendapatkan keuntungan lebih banyak. Walmart, sebagai salah satu pesaing Amazon, meluncurkan program kemitraan yang mereka namai Walmart Plus. Program ini punya keunggulan pengiriman instan, yaitu barang akan langsung dikirim pada hari yang sama saat berbelanja.

Persaingan ini tentu membuat Amazon kuwalahan. Amazon harus berpikir keras bagaimana keluar dari tekanan persaingan dagang dan segera melakukan inovasi.

Tags:
  • Lini Masa
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Irkhas Febri
Irkhas Febri
Penulis muda nan langka yang memiliki antusiasme tinggi di depan lembar kerja. Saat ini aktif menulis di exploringindonesia.com
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
1 komentar
Batal
Comment Author Avatar
Anonim
7 Desember 2022 pukul 06.36
Traditional houses in the theme park had been constructed on the idea of meticulous historical analysis. The "Dome Cinema" has a diameter of 18 meters and is used as the projection space. Video photographs from TV, DVD, or VHS sources are projected directly into the dome. As a results of the assorted depths of the room, a brand new} laser video system is used to ensure that|to make 카지노사이트 certain that} the pictures usually are not distorted. Outside the "Miracle World Box" is the biggest absolutely automatic display in the world. Lighting effects, laser projections and synchronized choreographies guarantee a novel and unforgettable experience.
Balas
Banyak Dibaca
  • Ilusi Pembangunan dan Realitas Rente: Membaca Arah Ekonomi Prabowo–Gibran

    Februari 25, 2026
    Ilusi Pembangunan dan Realitas Rente:  Membaca Arah Ekonomi Prabowo–Gibran
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Cara Negeri Tirani Mengatur Negeri

    Februari 25, 2026
    Cara Negeri Tirani Mengatur Negeri
  • Perang Iran dan Amerika Serikat yang Kita Baca, Dampak yang Terlupakan

    Februari 18, 2026
    Perang Iran dan Amerika Serikat yang Kita Baca, Dampak yang Terlupakan
  • Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air

    Januari 28, 2026
    Menjaga Kebersihan Lingkungan Juga Bagian dari Cinta Tanah Air
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.