Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

Kanal Perspektif - Media Literasi Publik

  • Rubrik
  • _Lini Masa
  • _Dua Sisi
  • _Dialektika
  • _90s
  • Jurnalisme Bertutur
  • Tajuk Rencana
  • Liputan
  • _Wawancara
  • _Liputan Mendalam
  • _Sosial dan Politik
  • _Isu Kontemporer
  • _Cerita Perjalanan
  • _Dibalik Peristiwa
  • _Jurnalisme Infografik
  • _Audio-visual
  • _Rilis Kegiatan
  • Suara Mahasiswa
  • Majalah Kanal Perspektif
  • Lensa Peristiwa
  • Donasi
  • Beranda
  • Majalah Kanal Perspektif

Perang Iran dan Amerika Serikat yang Kita Baca, Dampak yang Terlupakan

Oleh Arnetta Rinjani
Februari 18, 2026

 

Ilustrasi representasi ketegangan Iran dan Amerika Serikat. Sumber: istockphoto
Kegelisahan kerap menyelinap ketika kita membaca berita konflik global, yaitu perasaan bahwa perang itu jauh dari hidup kita. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat hadir sebagai angka, tajuk utama, dan komentar diplomatik. Kita disuguhi foto kapal perang, peta kawasan, serta pidato para pemimpin negara, seolah perang adalah peristiwa besar yang berdiri sendiri terpisah dari keseharian dan ruang hidup yang kita tempati.
Jarak itu semakin terasa ketika eskalasi konflik meningkat. Latihan militer di Selat Hormuz, misalnya, yang sempat menutup jalur penting perdagangan minyak dunia selama beberapa jam, lebih sering dibaca sebagai manuver strategis ketimbang ancaman terhadap kehidupan. Efeknya pada manusia, lingkungan, dan keberlanjutan ruang hidup jarang benar-benar didiskusikan. Perang kembali dipahami sebagai urusan negara dan kekuasaan, bukan sebagai proses yang pelan-pelan menggerus dunia yang kita huni bersama.
Perang yang kita baca, bukan kita alami
Cara kita memahami perang hari ini lebih banyak melalui layar. Konflik tampil sebagai rangkaian informasi, seperti angka korban, pergerakan militer, dan komentar diplomatik. Dalam bentuk ini, perang terasa seperti peristiwa yang bisa diamati tanpa harus terlibat secara emosional.
Akibatnya, perang mudah dipahami sebagai urusan negara dan elite politik. Penderitaan manusia, rusaknya ruang hidup, dan ketakutan yang dialami masyarakat sipil menjadi latar belakang yang samar. Kita tahu perang itu ada, tetapi tidak sungguh-sungguh merasa dekat dengannya.
Lingkungan sebagai korban yang terlupakan
Dalam konflik modern, lingkungan hampir selalu menjadi korban, tetapi jarang disebutkan. Aktivitas militer membawa risiko pencemaran laut, kerusakan wilayah pesisir, dan gangguan ekosistem. Alam diperlakukan sebagai ruang netral yang bisa dilewati, dijaga, atau dikorbankan demi kepentingan strategis.
Padahal, kerusakan lingkungan tidak berhenti ketika konflik mereda. Dampaknya berlangsung lama dan sering kali dirasakan oleh masyarakat yang tidak pernah terlibat dalam keputusan perang itu sendiri. Dalam konteks ini, perang tidak hanya menghancurkan manusia, tetapi juga memperparah krisis ekologis yang sudah ada.
Membaca perang secara lebih dekat
Membaca perang Iran dan Amerika seharusnya tidak berhenti pada peta kekuasaan dan adu pengaruh. Ia perlu dibaca sebagai peristiwa yang menyentuh kehidupan nyata manusia, lingkungan, dan masa depan bersama. Ketika perang terus dipahami sebagai sesuatu yang jauh, kita berisiko mengabaikan dampak yang sebenarnya dekat dan nyata.

Perang mungkin terjadi di tempat lain, tetapi konsekuensinya tidak pernah benar-benar terpisah dari dunia yang kita tempati. Membacanya secara lebih dekat adalah langkah awal untuk tidak sekedar menjadi penonton, melainkan pembaca yang sadar akan harga yang harus dibayar oleh kehidupan itu sendiri.

Tags:
  • Majalah Kanal Perspektif
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tulisan terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan
Posting Komentar
Batal
Banyak Dibaca
  • Banjir Jawa Barat: Warisan Tata Ruang yang Terabaikan

    Februari 17, 2026
    Banjir Jawa Barat: Warisan Tata Ruang yang Terabaikan
  • Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Tapi Tak Boleh Digugat

    Februari 15, 2026
    Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Tapi Tak Boleh Digugat
  • Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo

    Juni 24, 2023
    Ada Aburizal Bakrie dibalik Kasus Lumpur Lapindo
  • Can This Love Be Translated? Seni Menerjemahkan Luka dan Mengenali Diri

    Januari 22, 2026
    Can This Love Be Translated? Seni Menerjemahkan Luka dan Mengenali Diri
  • Sinetron Lewat! Gelombang Drama Pendek Kini Kuasai FYP dan Reels

    Februari 09, 2026
    Sinetron Lewat! Gelombang Drama Pendek Kini Kuasai FYP dan Reels
Gila Temax
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hak Jawab
  • Disclaimer
  • Pojok Literasi
  • Liputan Mendalam
2026 © Kanal Perspektif - All rights reserved.