Sinetron Lewat! Gelombang Drama Pendek Kini Kuasai FYP dan Reels
![]() |
| Kehadiran TikTok dengan drama pendek vertikal kini resmi menggeser dominasi sinetron. Foto: Kol.id |
Fenomena drama pendek vertikal kini resmi menggeser dominasi sinetron konvensional di ranah media sosial seperti TikTok (FYP) dan Instagram (Reels).
Berbeda dengan sinetron yang bertele-tele dengan ratusan episode, drama pendek mengusung prinsip fast-paced. Dalam satu menit, penonton sudah mendapatkan eksposisi, konflik, hingga cliffhanger yang memaksa jempol untuk terus menggulir ke episode berikutnya.
Bukan sekadar iseng, drama pendek telah bertransformasi menjadi industri bernilai miliaran rupiah. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya yang fleksibel. Tak butuh studio besar, cukup kamera ponsel berkualitas tinggi dan lokasi minimalis.
Kini, brand lebih suka menyisipkan produk mereka dalam alur drama daripada iklan konvensional yang sering dilewati penonton.
Selain itu, penonton juga bisa menikmati "dosis hiburan" mereka di sela-sela jam kerja, di transportasi umum, atau bahkan saat mengantre kopi.
Banyak pakar komunikasi digital menyebut fenomena ini sebagai "Micro-Entertainment Gold", salah satunya yaitu Satrio Pamungkas, pengamat sekaligus produser film dan dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ia menyoroti perubahan selera penonton yang signifikan. Durasi yang singkat memberikan kepuasan instan (instant gratification) pada otak. Pola cerita yang repetitif namun dramatis memicu rasa penasaran tanpa harus menyita banyak waktu komitmen seperti menonton film berdurasi dua jam.
Namun tren ini juga tidak lepas dari kritik. Banyak pihak menilai menjamurnya drama pendek yang sering kali "over-dramatis" atau menggunakan akting yang berlebihan justru menurunkan standar estetika sinematografi demi mengejar angka.
Dengan munculnya aplikasi khusus drama pendek berbayar, tren ini diprediksi tidak akan hilang dalam waktu dekat. Stasiun televisi konvensional pun mulai kelabakan dan mencoba mengadopsi format serupa dengan memotong-motong konten mereka menjadi klip pendek guna merebut kembali atensi netizen.
Satu hal yang pasti, penonton kini memegang kendali penuh. Di dunia FYP dan Reels, konten yang membosankan tidak akan diberi kesempatan kedua, hanya satu detik sebelum akhirnya terlupakan oleh algoritma.
Ditulis oleh: Elke Barany - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

